Saturday, June 29, 2019

Rasulullah dan Anak-anak


Jika kita ingin mencari teladan bagaimana menghadapi anak-anak, maka jawabannya adalah Rasulullah. Beliau adalah sebaik-baiknya teladan manusia, tak kecuali sebagai teladan dalam berhadapan dengan anak-anak. Rasulullah merupakan panutan paling utama ketika menghadapi dan berinteraksi dengan anak-anak.

Rasulullah, dalam interaksinya dengan anak-anak selalu mencontohkan kesabaran dan tidak mudah marah. Maka, malulah kita jika dalam menghadapi anak-anak sering tidak sabar sedangkan Rasulullah tidaklah mencontohkan demikian.

Rasulullah sangat menyayangi anak kecil dan menghargainya sebagai individu yang memiliki hati. Hal inilah yang menjadikan Rasulullah sangat mengedepankan sikap lemah lembut dan sabar jika berhadapan dengan anak-anak. Sikap lemah lembut adalah fondasi utama yang diperlukan saat mendampingi tumbuh kembang anak-anak. Dalam mendidik anak, tentu kita memahami bahwa anak-anak memiliki karakter, pola pikir dan keunikan yang berbeda dengan kita, orang tua. Meskipun demikian, terkadang tingkah polah anak-anak sering kali menguji kesabaran, menguras emosi dan energi kita yang jika tidak dihadapi dengan tenang dapat mendatangkan amarah.

Rasulullah sendiri telah mencontohkan kepada kita bagaimana memahami anak dan kepolosan mereka dalam memandang dunia ini. Diriwayatkan dari Syaddad Ra, bahwa suatu ketika Rasulullah datang ke Masjid untuk shalat Isya, Dzuhur, atau Ashar sambil membawa salah satu cucunya, Hasan atau Husein. Lalu, Rasulullah maju ke depan untuk mengimami shalat dan meletakkan cucunya di sampingnya kemudian Rasulullah memulai shalat dengan mengucap takbiratul ihram. Ketika sujud, Rasulullah bersujud sangat lama dan tidak seperti biasanya, maka Syaddad Ra diam-diam mengangkat kepalanya untuk melihat kejadian itu.

Syaddad Ra pun kembali sujud bersama makmum lainnya. Ketika selesai shalat, orang-orang sibuk bertanya, "Wahai Rasulullah, baginda sujud sangat lama sekali tadi, sehingga kami mengira telah terjadi sesuatu atau baginda sedang menerima Wahyu."

Rasulullah menjawab, "Tidak, tidak, tidak terjadi apa-apa, tadi cucuku mengendaraiku, dan aku tidak mau memburu-burunya sampai dia menyelesaikan mainnya dengan sendirinya."

(HR. Nasa'i dan Hakim)

By : Enny Star
Sumber : ISLAMIC MONTESSORI, Zahra Zahira, 2019

0 comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.