Monday, June 17, 2019

Kiat Praktis Melatih Anak Lelaki Menjadi Qowwam yang Dicintai Allah (Bagian 1)


Oleh : Iin Savitry, Bunda Bidadari

Bagi ayah bunda yang sudah tersadarkan akan peran penting kita dalam menanamkan ADAB kepada anak, maka akan mudah menemukan 'kesalahan asuh' generasi zaman kita. Mudah? Ya. Sangat mudah. Karena kita mungkin salah satu 'korbannya'.

Kita bisa menemukan fakta menyedihkan bahwa di zaman sekarang kaum wanita jauh lebih sigap, tegas, cekatan, cerdas, tangguh dan lebih luwes berkiprah menjadi pemimpin di segala bidang. Bahkan dalam pengambilan keputusan  di level perusahaan dan negara pun, kaum wanita terbukti jauh kuat dan fokus. Belum lagi di lingkup negara terkecil, di rumah. Fakta zaman now, sebagian besar kehidupan berumah tangga ditentukan keputusan dan arahnya oleh kaum ibu. Kaum bapak sebagian besar sekedar manut, bahkan ada yang masa bodoh dengan kebutuhan dasar rakyatnya di rumah. Sehingga para ibu merasa wajib turun gunung ke ranah publik secara berlebihan dan melelahkan jiwa. Efeknya? Anak-anak pun menjadi saksi hidup proses kehidupan itu dan akhirnya...benang kusut itu menjadi makin kusut. Sang anak yang diharap menjadi lebih baik, ternyata hanya menjadi sosok yang sama seperti orangtuanya. Betapa sering kita mendengar kisah sedih  para orangtua yang tak diurus oleh anak-anaknya yang sudah dewasa? Bahkan para orangtua masih sibuk memikirkan kesejahteraan anaknya?

DAN, itu SALAH! Karena itu tidak sesuai dengan tuntunan Alquran dan Hadits.
Kejadian di atas adalah bukti dari peringatan Allah di surah Annisa QS An Nisa':9.

"Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap kesehahterannya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan  tutur kata yang benar."

Allah sudah memberi petunjuk yang sangat jelas akan tugas seorang lelaki beriman di ayat ke-34 surah yang sama. Ayat yang sangat populer dan sering disalahmaknakan oleh kebanyakan kita.

"Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri) karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki)  atas sebagian  yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dan hartanya."  (QS 4 : 34)

Nah, terus bagaimana cara kita agar bisa memperbaiki kondisi umat ini MELALUI RUMAH KITA?
Khususnya bagi orangtua yang dikaruniai ANAK LELAKI?
Bagaimana CARA kita mengasuh mereka dalam keseharian agar  tumbuh kuat peran kelelakiannya seperti yang Allah perintahkan?

Sebelumnya, pahami dahulu, apa saja ranah nafkah yang harus ditanggung oleh kaum lelaki, menurut Islam?

Saya mempermudah penjelasannya ke keluarga dengan membuat istilah SP3K.

Ada 5 ranah nafkah yang WAJIB dipenuhi oleh lelaki  kepada keluarganya. Yaitu:

1. Sandang  : Kebutuhan berpakaian. Berarti semua jalur dari hulu hingga hilir seluruh kebutuhan berpakaian anggota keluarga wajib dipersiapkan oleh kaum lelaki (dalam hal ini suami). Dari menentukan pakaian takwa seperti apa yng harus dikenakan anggota, jenis bahan yang nyaman untuk masing-masing anggota, cara mendapatkannya, menyediakannya, mencuci dan menyeterikanya...sejatinya kewajiban itu ada di kaum ayah.

2. Pangan  : Allah sudah banyak memberi petunjuk kepada kita akan pentingnya memperhatikan sumber makanan bagi keluarga.
Kaidah makanan minuman yang  Halal dan Baik  harus dipenuhi agar kita jauh lebih mudah beribadah. Berarti kaum ayah harus menguasai :
• ilmu halal haram plus
• ilmu nutrisi makanan yang cukup.
Kaum ayah pula yang harus menyusun menu makanan apa yang cocok untuk masing-masing anggota keluarga, sesuai kebutuhan masing-masing. Menyediakan bahannya, mengolahnya, menyuguhkannya, kalau perlu menyuapinya, hingga membersihkan wadah kotornya.

3. Papan : Kebutuhan tempat tinggal yang nyaman, memenuhi kebutuhan belajar anggota keluarga dan melindungi anggota.Qowwam harus paham kebutuhan papan masing-masing anggota. Dari orangtua, istri, anak lelaki dan anak perempuan memiliki kebutuhan papan yang berbeda. Rumah harus dalam kondisi bersih dan aman, juga ketika qowwam harus pergi keluar rumah. Jadi kewajiban menjaga kebersihan rumah pun menjadi tugas para suami/ayah.

4. Pendidikan : tanggung jawab pendidikan anggota keluarga ada di pundak kaum ayah/suami. Di akhirat nanti, mereka yang akan ditanyakan oleh Allah, bagaimana perlakuannya terhadap anggota keluarga, apa yang telah diajarkan, dll.
Begitu penting peran ayah dalam mengasuh anak, sehingga kita bisa temukan banyak kisah para Nabi  yang super sibuk itu, berbicara khusus tentang keluarga. Contohnya adalah kisah Nabi Zakaria as ( surah Maryam)  dan Nabi Ayyub as ( surah Yusuf). Tak ada satupun kisah tentang tugas dakwah kedua nabi di atas kepada umatnya di Alquran. Allah khusus menekankan kejadian penting dalam rumah tangga mereka. Belum lagi kisah penting di surah Luqman, yang berisi bahan ajar tauhid seorang ayah kepada anak-anaknya.

Dari 16 ayat pengasuhan anak di Alquran, 14 ayatnya khusus untuk kaum ayah. 2 ayatnya diperuntukkan bagi pasutri. Jadi, tugas berat mengasuh anak BUKAN di pundak ibu.
Allah mengajarkan kepada kita bahwa para ayahlah yang wajib mengajarkan anak-anaknya untuk santun dan menghargai ibunya ( baca  dan renungi surah Luqman), jika ia memgaku beriman.

5. Kesehatan : Tugas penting para ayah ini pun menentukan kualitas kehidupan keluarga. Dari
• kesehatan fisik (asupan makanan bernutrisi cukup, cara pengolahan makanan,  cara dan waktu makan ; olah tubuh seperti cara dan waktu tidur, cara duduk, berdiri berjalan, asah fisik di minimal 3 bidang olahraga sunnah, menjaga waktu shalat, dll) hingga ke
• kesehatan akal (menuntut ilmu dengan cara yang benar, perhatikan cara nabi mendidik anak-anak di buku siroh Muhammad saw Teladanku terbitan Sygma. Di situ dijelaskan cukup lengkap dialog Rasul kepada sahabat-sahabt ciliknya.) dan ke
• kesehatan jiwa ( dengan memperhatikan proses menjaga waktu shalat, khususnya shalat subuh cara menghargai waktu utama. Simak perintah Allah di surah Al Muddatsir, apa yang harus ortu latih bagi anak di tengah malam).

Kelima bidang nafkah itu WAJIB dipenuhi oleh para qowwam bagi keluarganya. Hanya dengan  melatihnya di rumah, baru ia bisa kuat melakukan tugas besarnya memimpin umat di luar rumah.

Lalu, apa kiat praktis kita agar anak lelaki kita SIAP bertumbuh menjadi LELAKI YANG ALLAH CINTAI? Menjadi lelaki yang didoakan oleh malaikat? Menjadi lelaki yang dibanggakan oleh Rasulullaah saw? Menjadi lelaki yang dirindukak oleh umat?

(Bersambung)

Sumber : Grup WA Parenting Islami

0 comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.