Tuesday, June 25, 2019

Ayah dan Raport Anak

Akhir pekan ini ada satu event penting di seluruh Indonesia yaitu pembagian laporan pendidikan anak (raport). Beberapa tahun lalu sebuah foto viral di medsos menggambarkan seorang ayah, yang juga menjabat sebagai gubernur waktu itu mengambil raport anaknya sendiri di sebuah SMA negeri. Saya tidak akan membahas latar belakang gubernur yang saya hormati tersebut apalagi dari sisi politik, bukan pula kerelaan bapak gubernur tersebut untuk antri mengambil raport, tetapi ketika saya perhatikan foto pembagian raport tersebut, sangat memprihatinkan bahwa pak gubernur adalah satu-satunya bapak-bapak di antara ibu-ibu yang antri ambil raport .

Walaupun mungkin foto kegiatan pak gubernur tidak bisa di generalisir tapi paling tidak pemandangan seperti itu lazim terlihat di banyak sekolah di Indonesia, kemana bapak-bapak yang lain? Kurang pentingkah laporan pendidikan anak-anak? Guru-guru sudah mendidik anak-anak setiap hari kerja sepanjang semester, tidak kah seharusnya bapak-bapak sebagai kepala keluarga yang diamanahi Allah untuk paling tidak hadir dua kali setahun?

Saya teringat cerita seorang khalifah dari Bani Umayyah yang terkenal yaitu Umar bin Abdil Aziz, yang secara nasab adalah cucu Umar Ibn Khattab Radhiyallahu anhu, yang sangat memeperhatikan pengasuhan dan pendidikan anak-anaknya, sehingga di samping meluangkan waktunya untuk langsung mendidik anak-anaknya setiap hari beliau juga secara constant berkomunikasi dengan pengajar anak-anak nya.

Sebagaimana sudah dicontohkan dengan baik di atas, insya Allah bapak-bapak yang tidak sempat mengambil raportnya semester ini, bisa menyempatkan diri semester atau bahkan caturwulan depan.

@faisalsundani

#Fatherhood #TarbiyahPubertas

Sumber : Fb Grup Parenting with Rumah Keluarga Risma

0 comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.