Monday, May 27, 2019

Ajarkan Anakmu Adab


Oleh: Eka Wardhana, Rumah Pensil Publisher

Ada benarnya pendapat yang bilang: “Milenial kid zaman now memang tambah pintar tapi adabnya makin kurang”.

Hal ini sangat disayangkan, karena sebenarnya adab tak kalah utama dibanding ilmu. Seperti yang dikatakan seorang salaf kepada anaknya, “Wahai anakku! Belajarlah satu bab tentang adab, karena itu lebih aku senangi daripada kamu belajar tujuh puluh bab tentang ilmu!”

 Abu Zakaria Al-‘Anbari berkata, “Ilmu tanpa disertai adab, ibarat api tanpa kayu bakar. Dan adab tanpa ilmu bagaikan jiwa tanpa jasad.”

Jadi ilmu dan adab harus ada dalam karakter seorang anak. Pertanyaannya: adab dan tata krama seperti apa yang dicontohkan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam untuk diajarkan pada anak-anak?

Dikutip dari buku “Cara Nabi Mendidik Anak” karya Ir. Muhammad ibnu Abdul Hafidh Suwaid, ada setidaknya 9 adab yang jadi fokus Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam untuk ditanam di diri anak. Yaitu:

1. Adab Terhadap Orangtua
Adab ini meliputi tata krama dalam memanggil dan memandang orangtua.

2. Adab Terhadap Ulama
Para ulama harus dihormati karena mereka lebih sayang pada anak dari orangtua mereka. Kok begitu? Sebab orangtua menjaga anak dari panasnya api dunia, sedangkan para ulama menjaga mereka dari panasnya api akhirat. Demikian pendapat Imam Al-Ghazali.

3. Adab Menghormati dan Memuliakan yang Lebih Tua
Intinya adalah sabda Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam dalam hadis Shahih Bukhari: “Tidaklah termasuk golonganku orang yang tidak menyayangi yang lebih muda dan tidak menghormati yang lebih tua.”

4. Adab Berukhuwah
Intinya adalah mengutamakan kasih sayang kepada sesama saudara dan menjauhi kekerasan.

5. Adab dengan Tetangga
Adab dengan tetangga penting karena tetangga mempunyai hak yang besar dalam syariat Islam.

6. Adab Meminta Izin
Terlihat sederhana, tetapi adab meminta izin sebenarnya sangat penting dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.

7. Adab Makan dan Minum
Tingkat adab seorang anak terlihat saat ia sedang makan dan minum. Karena itu adab ini penting untuk diajarkan karena kita makan dan minum hampir setiap hari.

8. Adab dalam Penampilan Anak
Adab ini melingkupi cara berpakaian, menyisir rambut, bahkan berperilaku di jalan. Ini juga adab yang sangat penting karena sekarang banyak yang melanggarnya dengan alasan mode, tren dan gaya hidup.

9. Adab Mendengar Bacaan Al-Qur’an
Cinta kita pada Al-Qur’an terlihat dari seberapa besar adab kita saat mendengar dan membacanya.

Salam Smart Parents!

Wednesday, May 15, 2019

Protein Nabati dan Penyerapan Zat Besi


Oleh : dr. Gita Tiara Paramita

Membahas diskusi beberapa hari lalu bahwa protein nabati menghambat penyerapan zat besi. Dikatakan bahwa ada zat  fitat, asam oksalat dan polifenol akan menghambat penyerapan zat besi. Semua zat ini ada di legumes yang merupakan sumber protein nabati.

Setelah membaca referensi, diketahui zat tersebut akan menghambat penyerapan zat besi, namun zat besi yang berasal dari kandungan sayuran, dairy product dan susu. Nama zat besinya adalah non-heme iron.

Berdasarkan penelitian,  zat besi yang berasal dari daging tak dihambat. Penelitian menggunakan Heme iron murni tanpa globin, dan protein sereal serta protein legume (peas, lentils, soy). Hasil penelitian menunjukan tak signifikan protein sereal dan legumes menghambat penyerapan Heme Iron (zat besi dari daging) namun protein dari soy (kedelai) menunjukan hasil signifikan ia akan hambat penyerapan zat besi dari daging. Ingat hasil ini didapat dari heme iron yg dimurnikan bukan heme iron + globin yang jamak ditemukan di daging.

Namun, penelitian lain yang menggunakan Heme Iron+globin menunjukan soy (kedelai) tak menghambat penyerapan zat besi daging malah adanya globin meningkatkan penyerapan zat besi.

Penyerapan zat besi sendiri tergantung kondisi biologis tiap orang, baik itu dari gerakan usus, kurang oksigen atau tidak, infeksi atau tidak, anemia atau tidak. Penelitian yang dilakukan menggunakan subjek beragam, ada yang anemia ada yang tidak agar serupa dengan kondisi di lapangan.


Jadi, untuk mencegah anemia defisiensi besi protein nabati tetap bisa diberikan, dengan catatan :
1. Makan gizi lengkap seimbang libatkan sumber protein hewani di sana
2. Jika konsumsi dairy product dan sayuran tinggi zat besi sertai dengan 'prohe' + sumber yang memudahkan zat besi diserap seperti sumber vitamin C
3. Bagi vegetarian sebaiknya pastikan diri tidak anemia, karena sumber Fe yang digunakan berasal dari non heme Iron yang tak banyak diserap tubuh meski tak berbarengan dikonsumsi pengan 'prona'
4. Fitat, asam oksalat, polifenol akan hambat penyerapan NON HEME IRON alias zat besi yang bukan berasal dari daging
5. Zat besi ada heme iron yang berasal dari daging (daging juga ada non heme ironnya tapi tidak banyak), non heme iron yang berasal dari dairy product, telur, sayuran.

Semoga bermanfaat.

Sumber : https://www.ncbi.nlm.nih.gov/