Friday, March 1, 2019

Kisah Nabi Ibrahim AS



Adalah keturunan Nabi Nuh AS. Ayahnya bernama Azar, seorang pembuat berhala. Nabi Ibrahim hidup pada masa kepemimpinan raja yang dholim bernama Namrud. Sejak kecil ia tidak menyukai perbuatan kaumnya yang menyembah berhala, ia pun mencari Tuhannya dengan memperhatikan alam sekitarnya.

Ketika ia melihat binatang, ia menduga itu Tuhan tetapi ketika pagi hari bintang itu tenggelam maka ia yakin bukan itu Tuhan karena Tuhan tidak mungkin hilang. Saat ia melihat bulan hatinya bersorak "Ini pasti Tuhan, ini lebih besar", tapi di pagi hari bulan pun tenggelam. Lantas ia melihat matahari "Ini pasti Tuhan lebih besar dari sebelumnya", sore hari mataharipun tenggelam. Dari semua itu, Ibrahim menyimpulkan bahwa Tuhan bukan bintang, bulan, atau matahari tetapi adalah yang menciptakan dan mengendalikan mereka.

Allah SWT memberi petunjuk kepada Nabi Ibrahim AS bahwa Allah SWT-lah Dzat yang Maha Pencipta. Nabi Ibrahim segera menyeru kaumnya agar beriman kepada Allah SWT dan meninggalkan berhala. Sebagian besar kaumnya tidak mau mendengar ajakannya. Pada suatu hari Nabi Ibrahim AS masuk rumah peribadatan meraka dan menghancurkan berhala-berhala dengan kapar, kecuali sebuah berhala yang paling besar. Oleh Ibrahim berhala besar tadi dikalungi kapak tersebut.

Raja Namrud curiga pada Ibrahim, segera diperintahkan Ibrahim untuk ditangkap. "Hai Ibrahim apakah kami yang menghancurkan berhala-berhala ini?" Ibrahim menjawab "Bukan, mungkin berhala yang besar itu, bukankah kapaknya masih disana?". Raja Namrud-pun marah seraya berkata "Mana mungkin patung yang tidak bisa apa-apa ini yang melakukannya" Ibrahim menjawab "Kalau tidak bisa apa-apa kenapa kalian semua menyembahnya?". Mendengar jawaban tersebut raja Namrud murka dan memerintahkan untuk membakar Nabi Ibrahim.

Maka merekapun membakar Nabi Ibrahim, tapi Allah SWT menjadikan api tersebut dingin sehingga beliau selamat dari api tersebut. Melihat kejadian itu selutuh mata yang menyaksikan heran, bahkan di antara kaum tersebut tidak sedikit yang kemudian percaya dan beriman kepada Allah SWT.

Tidak lama setelah itu Nabi Ibrahim pergi ke Palestina untuk berdakwah di sana. Sementara Raja Namrud disiksa oleh Allah SWT dengan datangnya nyamuk yang sangat banyak. Akhirnya raja Namrud mati karena nyamuk-nyamuk tadi memasuki telinganya.

Sumber : Buku Pengetahuan Islam Anak Muslim

0 comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.