Thursday, February 21, 2019

Pertolongan Pertama Saat Bayi Jatuh


Hati-hati jangan langsung menggendongnya. Pastikan dulu bagaimana kondisinya!

Yang pasti, saat si kecil terjatuh, jangan hanya mengkhawatirkan bagian kepala saja, karena semua anggota tubuhnya memiliki risiko yang sama untuk mengalami benturan yang dapat membahayakannya. Berikut penjelasan dr. Anna Tjandra, Sp.A dari RSAB Harapan Kita, Jakarta mengenai manajemen kecelakaan pada anak yang sederhana, yaitu:

* Menyaksikan langsung anak terjatuh.

- Perhatikan bagian mana dari tubuh anak yang mengalami benturan.
- Ingat proses jatuhnya, apakah langsung menghujam ke lantai atau terbentur sesuatu terlebih dahulu baru ke lantai.
- Pastikan dari ketinggian berapa meter anak terjatuh dan media apa yang menjadi tempat pendaratannya.
- Lihat dan perhatikan baik-baik kondisi si kecil. Apakah setelah jatuh langsung menangis dan menggerak-gerakkan semua anggota badannya? Jika ya, kita bisa langsung menggendong untuk menenangkannya. Setelah ia tenang, baru lakukan observasi.

- Adapun observasi yang perlu dilakukan adalah:

+ Cari dan ingat bagian-bagian mana saja yang lebam/benjol/memar di seluruh anggota badan bayi. Jika menemukan benjolan di kepala atau memar di badan, boleh diobati dengan obat antitrauma oles. Jika pada bagian kepala tidak ditemukan lebam atau benjol, tapi bayi menangis saat dipegang, larikan segera ia ke rumah sakit terdekat.

+ Coba gerakkan kedua tangan bayi, ke samping, ke atas, ke bawah, ke depan, lalu rentangkan dan angkat-angkatlah. Jika ada keluhan pastikan di tangan yang mana dan saat dalam posisi seperti apa. Ini sebagai bahan untuk dilaporkan ke dokter.

+ Lakukan hal yang sama pada kaki.

+ Tengokkan kepala bayi ke kanan dan ke kiri. Coba dekatkan dagu bayi ke dada secara perlahan. Jika ada keluhan catat sebagai laporan pada dokter.

+ Miringkan badan si kecil ke kiri dan ke kanan. Jika ada keluhan catat dan laporkan ke dokter.

- Observasi perlu dilakukan selama 2×24 jam. Jika dalam kurun waktu itu ada keluhan, apalagi sampai muntah dengan menyembur, segera larikan ke rumah sakit terdekat.

- Sebaliknya bila setelah jatuh dalam keadaan sadar tapi pasif (apalagi tidak menggerak-gerakkan anggota badannya) jangan mengangkatnya. Hubungi UGD rumah sakit terdekat atau 118 untuk minta
pertolongan paramedis. Salah mengangkat dalam kondisi seperti ini dapat berisiko fatal.

* Jika menemukan si kecil sudah di lantai

- Perhatikan keadaan bayi; sadar atau tidak, menangis atau tidak, dapat menggerak-gerakkan anggota badan atau tidak. Jika ia tidak sadar atau sadar tapi pasif, ingat jangan menggendongnya, tapi segera minta bantuan paramedis terdekat, UGD atau 118.

- Perhatikan dalam posisi seperti apa si kecil saat ditemukan.

+ Jika dalam keadaan tengkurap kemungkinan besarnya aman. Tapi kita mesti melakukan pemeriksaan seputar bahu, kedua tangan, dada dan kaki. Caranya gerakkan tangan ke atas, depan, samping. Jika ada keluhan sakit segera bawa ke dokter.

+ Jika dalam keadaan telentang. Periksa dan perhatikan daerah kepala bagian belakang, leher, punggung, dan panggul, mulai dari tanda lebam atau merah, hingga keluhan sakit saat disentuh dan digerakkan seperti yang telah disebutkan di atas. Pastikan bayi tidak muntah atau mengalami  penurunan kesadaran dalam 2×24 jam. Jika ada keluhan segera larikan ke dokter.

+ Jika bayi ditemukan dalam posisi miring, kanan atau kiri. Perhatikan dan periksa kepala, tangan yang menjadi tumpuan badan, juga kaki. Lakukan pemeriksaan seperti yang disebutkan di atas. Jika
ada keluhan segera larikan ke dokter.

+ Jika ditemukan dalam posisi duduk. Periksa dan pastikan bayi masih sadar, biasanya menangis, dan mampu menggerakkan anggota badan. Periksa bagian panggulnya, ada tidak tanda memar, merah, atau sakit saat dipegang atau digerakkan. Jika ya segera larikan ke dokter.

* Pemeriksaan lain yang perlu dilakukan
- Dalam posisi apa pun jatuhnya si kecil, jangan lupa melakukan pemeriksaan mata. Baiknya menggunakan senter:

+ Masih bereaksikah saat kita senter matanya, mengedip, menutup matanya atau kaget. Jika tidak bawa segera anak ke rumah sakit.

+ Gerakan senter ke kanan dan ke kiri, masih mampukah bayi mengikuti gerakan sinar. Jika tidak ia harus segera dilarikan ke rumah sakit.

+ Perhatikan pupil matanya, apakah pupil mata yang kiri dan kanan sama besar/kecilnya saat kita senter satu per satu. Jika sama kita bisa bernapas lega. Bila tidak, bayi perlu menjalani pemeriksaan
lebih lanjut, seperti CT Scan.

- Ukur dan pastikan si kecil jatuh dari ketinggian berapa. Sebab semakin tinggi pastinya gaya gravitasi bumi akan lebih kuat menarik si anak. Tentu efek yang ditimbulkan pun semakin besar.

EFEK POSISI JATUH

Di bawah ini kemungkinan- kemungkinan yang bisa terjadi pada bayi saat terjatuh. Dengan pengetahuan ini diharapkan orangtua bisa lebih memahami kondisi bayi bila terjatuh dan mampu melakukan pertolongan pertama yang benar:

* Jika kepala terlebih dahulu yang membentur lantai

Di sebelah mana pun benturan itu terjadi selama masih di kepala, kita perlu mewaspadainya. Tulang tengkorak bayi masih rapuh dan ia belum memiliki refleks untuk menahan dengan baik. Kemungkinan yang bisa terjadi, bayi mengalami fraktur atau retak/patah tulang tengkorak kepala, atau perdarahan di luar tengkorak atau di dalam tengkorak.

Perdarahan di luar dapat ditandai dengan adanya benjol/memar. Selama tidak ada fraktur, kondisi ini bisa dikatakan tidak parah. Rabalah ubun-ubunnya apakah menjendol atau tidak. Ubun-ubun yang menjendol menjadi tanda adanya peningkatan tekanan dalam otak yang dapat terjadi karena edema otak atau perdarahan.

Harap diketahui, bila tidak ditemukan benjolan/memar, tapi bayi menangis (atau justru tidak menangis dan langsung tertidur), tidak sadarkan diri, mengalami kejang/muntah- muntah (yang menyembur bukan gumoh), ada kecurigaan bayi mengalami perdarahan di dalam tengkorak
kepalanya. Segera larikan ke rumah sakit terdekat.

* Jika dada terlebih dahulu yang membentur permukaan

Kalau tempat mendaratnya datar, kemungkinan risiko bayi untuk cedera lebih sedikit. Sebaliknya, tempat mendarat yang tidak mulus atau ada tonjolan yang tepat mengarah ke dadanya dapat mengakibatkan fraktur/parah tulang iga atau rusuk yang patahannya dapat mengenai organ paru-paru atau jantungnya. Untuk itu perhatikan apakah si kecil dapat bernapas secara normal atau tidak.

Umumnya jika bagian dada terlebih dahulu yang “mendarat”, secara alami tangan akan membuat perlindungan terlebih dahulu. Karena itu periksa juga kondisi tangan dan bahu bayi. Apakah ada pergelangan tangannya mengalami patah atau adakah sendi yang keluar (dislokasi) dari tempatnya. Periksa juga bagian kepala, khususnya dahi. Biasanya saat mendarat, sekalipun dada terlebih dahulu, kepala langsung menyusul membentur lantai.

* Jika panggul terlebih dahulu yang mendarat

Kemungkinan besar bayi akan mengalami dislokasi atau fraktur tulang panggul. Karena panggul berhubungan langsung dengan tulang belakang, dikhawatirkan ada saraf-saraf yang terjepit. Jika yang terjepit saraf kaki biasanya si kecil tidak bisa menggerakkan kakinya alias lumpuh.

* Jika yang mendarat kaki terlebih dahulu

Kejadiannya pada tiap bayi bisa berbeda. Jika ia sudah bisa berdiri pasti akan menahan tubuhnya dengan kaki lalu jatuh bersimpuh. Risiko kasus ini adalah dislokasi atau keseleo. Pada bayi di bawah 6 bulan meski belum mampu menahan tubuhnya, secara alami badan bayi akan terjatuh ke depan dan sebelum mendarat tangannya akan menjadi bumper.

* Jika yang mendarat bokong duluan

Berbahaya karena kaitannya langsung dengan tulang belakang dan dapat mengakibatkan patah pada tulang punggung bayi. Risiko lain, bila ada saraf yang terjepit bisa mengakibatkan kelumpuhan. Bayi yang ditemukan terjatuh pada posisi seperti ini jangan digendong. Biarkan paramedis yang melakukan pertolongan.

Repost dari Bun Nov.. 🙏🏻
Semoga bermanfaat.

Sumber : WA Grup Parenting Islami

Wednesday, February 13, 2019

Mengenal Ustadzah dr. Ferihana


Profil dr. Ferihana

Nama : Ferihana (Ummu Sulaym) Bintu Suharda
Lahir : Bantul, 1981
Suami : Yoebal

Dokter lulusan : Fakultas Kedokteran UII Yogyakarta
Karya Tulis Ilmiah : Uji Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Biji Pinang (Areca Catechu) Pada Pemberian Secara Oral Dosis Tunggal Pada Mencit Jantan Galur BALB/c,2009
Certified Aesthetic Doctor : Diploma AAAM (American Academy of Aesthetic Medicine, USA)
Diploma Cibtac (Confederation of International Beauty Therapy and Cosmetology, United Kingdom))

Owner :
• Klinik kecantikan : Dr. Ferihana Aesthetic Center
• Kosmetik Halal Herbal : Dr. Ferihana Cosmetics
• Salon spa muslimah : Griya Cantik Hana dan The Ferihana Salon spa
• Fashion : Jalaabeeb Eksklusif Moslemah Wear
• Klinik Gratis Dhuafa : Rumah Sehat Muslim dan Dhuafa Yogyakarta
• Madrasah : Uwais Al Qarniy, Belajar Bahasa Arab Gratis dan Tahfidz Quran
• LKP :  dr. Ferihana Institute, Lembaga pelatihan Aesthetic dan Skincare

Ma'had tenpat menuntut ilmu syar'i
• Ma'had Al Imam Al Mujaddid Imam Syafii, Indramayu
• Ma'had Dhiyaus Salaf, Muara Enim
• Ma'had Darul Atsar, Gresik
• Ma'had Tarbiyatun Nisa, Ngawi
• Ma'had Tahfidz Qur'an, Almanar, Surakarta
• Ma'had Ali bin Abi Thalib, dan berbagai ma'had Salaf di Indonesia

Pengalaman Kerja :
• Konsultan Herbal CV An Najiyah (2009 – 2010)
• Klinik 24 Jam Purihusada Balaraja Tangerang (2009 – 2010)
• Klinik Balaraja Tangerang (2009 – 2010)
• Klinik As Salam Tangerang (2009 – 2010)
• Klinik Metromedika Cileungsi Bogor (2010)
• Klinik An Nur Ramayana Cileungsi (2010)
• Klinik Darul Marhamah Al Irsyad Boarding School Bogor (2010)
• BP Wiwit Jogjakarta (2010)
• Klinik Harapan Insani Jogjakarta (2010)
• Stikes Madani (Staf Pengajar) (2011)
• Klinik Sahabat Insani Jogjakarta (2011)
• Praktek Bersama 24 Jam Sukoharjo (2012)
• RSA Astrini Wonogiri (2012)
• BP & RB Gassanda Wonogiri (2012 – 2013)
• RST dan Skin Care Sukoharjo (2013)
• RS Gramedika 10 Yogyakarta (2013 – 2014)
• Larissa Aesthetic Centre (2013 – 2015)
• HBP Clinic Jl Solo
• Relawan di Muslimah Medical FKAM Jogjakarta
• Konsultan herbal CV An Najiyah (2009 – 2010)
• Konsultan herbal CV Naturafit Thibbunnabawi (2014 – 2015)

Pengalaman mengajar
• Stikes Madani (Staf Pengajar, 2011 dan 2013)
• Stikes Muhammadiyah Kudus (Dosen Tamu)
• FTSP UII (Dosen Tamu) dan berbagai Universitas di Indonesia

Alamat sosmed :
• Facebook : Ferihana Zaujatu Yoebal
• Fanspage : Dr. Ferihana Aesthetic Center
• Fanspage : Dr. Ferihana Cosmetics
• Fanspage : Belajar Bahasa Arab Gratis Yogyakarta
• Fanspage : Bekam-Ruqyah Centre dr. Ferihana Ummu Sulaym

• Instagram :
@dr.ferihana
@dr.ferihana.aesthetic.center
@dr.ferihana.cosmetics
@griyacantikhana
@theferihana.salonspa
@klinikgratisdhuafa.dr.ferihana
@madrasah.uwais.alqarniy

• Website : www.ferihana.com / www.store.ferihana.com dan www.jalaabeeb.com
• Email : dr.ferihana@gmail.com
• Twitter : @dokter_Hana
• Telp / whatsapp : 089 9888 9666 / 082220047772

– Jadikanlah semua aktivitas duniamu bermanfaat untuk bekal setelah kematianmu –

Monday, February 11, 2019

Berwisata di Bendung Kamijoro

Terdengar kabar dari tetangga rumah kalau sedang ramai wisata baru bendung Kamijoro. Wisata yang lagi "booming" itu terletak tidak jauh dari tempat tinggal kami, perbatasan antara Bantul dan Kulon Progo. Katanya sih wisata tersebut sedang ramai-ramainya dikunjungi.

Sahabat, atas dasar rasa penasaran tersebut, kami sekeluarga bertiga memutuskan untuk melihat secara langsung destinasi tersebut. Bendung Kamijoro dapat diakses dari dua jalur. Yang pertama dari arah Pajangan, Bantul dan yang kedua dari arah Sentolo. Kami memilih opsi kedua mengingat tujuan kami ingin ke lokasi taman yang berada di daerah Kaliwiru, Tuksono, Sentolo, Kulon Progo.

Sekitar 15 menit perjalanan, kami sudah sampai di Dusun Kaliwiru. Tapi kami memutuskan untuk transit di masjid sekitar karena Gia haus, minta mimik. Alhamdulillah selesai mimik, kita bertiga langsung menuju taman bendung Kamijoro.

Ketika memasuki kawasan wisata tersebut, kami takjub. Subhanallah, rameee bingit. Kendaraan di parkiran berjajar rapi. Area parkirnya sangat luas. Lautan manusia terlihat memenuhi area taman bendung Kamijoro. Ada taman bermain untuk anak-anak, spot foto selfie yang kece, tempat berteduh dan spot-spot yang lain.

Rekomended lah untuk sahabat sekalian yang ingin berwisata bersama keluarga. Selain view nya bagus, banyak spot yang bisa digunakan untuk berswafoto ataupun bermain anak-anak. Karena memang wisata ini tergolong baru, sehingga pohon-pohon yang ditanam masih belum rindang. Nah, kami membayangkan kalau besok sudah rindang, pasti tambah indah dan sejuk. Insya Allah kalau Gia sudah bisa jalan, kami akan berencana kembali mengunjungi taman bendung Kamijoro ini.

Sekian cerita dari kami, selamat berwisata! :)

Parkiran Taman Bendung Kamijoro

Suasana Taman Bendung Kamijoro

Jembatan Bendung Kamijoro

Taman Bermain Bendung Kamijoro

Sunday, February 3, 2019

Ayah, Ternyata Anda Penyebab Utamanya


Oleh : Ustadz Budi Ashari LC

Para ayah yang dirahmati Allah, yuk kita baca nasehat ini. Nasehat yang datang dari seorang ulama ternama abad 8 H. Semoga para ayah mendapatkan petunjuk Islam tentang keayahan.

Ibnu Qoyyim rahimahullah dalam kitab (Tuhfatul Maudud 1/242, MS) secara tegas mengatakan bahwa penyebab utama rusaknya generasi hari ini adalah karena ayah.

Beliau mengatakan, “Betapa banyak orang yang menyengsarakan anaknya, buah hatinya di dunia dan akhirat karena ia tidak memperhatikannya, tidak mendidiknya dan memfasilitasi syahwat (keinginannya), sementara dia mengira telah memuliakannya padahal dia telah merendahkannya. Dia juga mengira telah menyayanginya padahal dia telah mendzaliminya. Maka hilanglah bagiannya pada anak itu di dunia dan akhirat. Jika Anda amati kerusakan pada anak-anak, penyebab utamanya adalah ayah”.

Bacalah kalimat yang paling bawah : Jika Anda amati kerusakan pada anak-anak, penyebab utamanya adalah ayah. Imam Ibnu Qoyyim ‘menuduh’ Anda semua, para ayah. Di mana penyebab utama kesengsaraan anak, buah hati ayah di dunia dan akhirat adalah ayah. Hal ini disebabkan oleh 3 hal: tidak memperhatikan, tidak mendidik dan memfasilitasi syahwat.
Astaghfirullah…bagaimana nih, para ayah…?

Untuk menguatkan kalimat mahal di atas, mari kita simak pemaparan hasil penelitian ilmuwan hari ini.

Dr. Tony Ward dari University of Melbourne, Australia melakukan penelitian. Dalam penyelidikannya, para periset mewawancarai 55 laki-laki yang dipenjara karena penganiayaan terhadap anak-anak dan 30 laki-laki yang dipenjara karena terlibat kasus pemerkosaan. Mereka diminta memberikan persepsi-nya terhadap hubungan mereka di masa kanak-kanak dengan ayah dan ibunya. Sebagai perbandingan, para peneliti juga mewawancarai 32 laki-laki yang dipenjara karena kejahatan kriminal dan 30 laki-laki yang dipenjara bukan karena kekerasan atau kejahatan seksual.

Lebih lanjut, para pemerkosa dan pelaku penganiayaan anak-anak ini, rata-rata menggambarkan ayahnya bersikap “menolak” dan “kurang konsisten” ketimbang ibu mereka. “Jelas sekali, bahwa sikap dan kebiasaan yang dimiliki para ayah memiliki pengaruh kuat terhadap pertumbuhan anak-anaknya, terutama terhadap para pelaku kejahatan seksual dan penganiayaan anak-anak. Ya, setidaknya begitulah yang terjadi terhadap para penjahat di penjara,” kata Ward.

Penelitian tentang keayahan juga dilakukan oleh Melanie Mallers, asisten profesor di California State University di Fullerton.

Dalam studi tersebut, Mallers dan rekannya meneliti 912 pria dewasa dan wanita – usia 25-74 – melalui telepon tentang tingkat stres mereka selama delapan hari

Temuan penelitian disajikan hari Kamis pada konvensi tahunan American Psychological Association di San Diego. Pria yang cenderung bereaksi negatif terhadap stres setiap hari melaporkan bahwa sebagai anak-anak “Mereka sangat sedikit kehangatan dari ayah mereka, sedikit dukungan dan kasih sayang. Mereka tidak hadir secara fisik bagi mereka dan tidak membuat mereka merasa percaya diri,” kata Mallers. ”They weren’t involved in their lives overall (Mereka tidak terlibat dalam kehidupan mereka secara keseluruhan).”

Astaghfirullahal ‘adzim….
Mari istighfar yang banyak, para ayah…

Dua penelitian tersebut hanya menguatkan kalimat Ibnu Qoyyim yang sudah dituliskan sejak 7 abad sebelum penelitian ini dihasilkan.
Dua pelajaran penting untuk para ayah semua dari pembahasan ini:

Petunjuk para ulama tentang konsep parenting, sungguh luar biasa. Walaupun kalimat tersebut bukan wahyu, tetapi bersumber dari wahyu dan pengalaman mahal orang besar.
Seriuslah menjadi ayah. Mari kita belajar bersama untuk menjadi ayah. Karena coretan kegagalan dan kumuhnya akhlak anak, ternyata ukiran tangan kita semua….para ayah.

Astaghfirullahal ‘adzim, wa atubu ilaih

Sumber : Group WA Parenting Islami