Wednesday, January 9, 2019

Cara Membuat Anak Bisa Mendengarkan Kita



Tak mudah membuat anak-anak mendengarkan permintaan atau larangan dari orangtuanya. Terlebih lagi, kebanyakan anak bahkan lebih keras kepala dibandingkan orangtuanya.

Lantas, bagaimana caranya agar anak-anak mau mendengarkan kita. Orang tua atau gurunya?

1. Jangan berteriak
Tak perlu berteriak dan memaksa anak untuk mendengarkan Anda, (meskipun mereka harus melakukannya). Berteriak pada anak hanya akan membuat mereka khawatir, lebih agresif, dan menjadi lebih keras kepala dengan cara mereka. Lepaskan ketegangan Anda dan bicaralah dengan tenang agar mereka pun juga tenang menanggapinya.

2. Lebih ekspresif
Berusahalah untuk bersikap lebih terbuka dan ekspresif. Dengan demikian, anak-anak lebih mengerti maksud dan cara pengasuhan yang kita terapkan. Gunakan sentuhan agar anak lebih mendengarkan, misalnya daripada hanya memerintahkan anak untuk membereskan mainannya, sentuhlah pundaknya atau usap kepalanya, lalu sampaikan permintaan kita dengan jelas.

3. Jangan membanding-bandingkan
Jangan pernah melakukan hal ini. Kita harus memahami bahwa setiap anak memiliki kepribadian dan kemampuan yang berbeda-beda. Ini termasuk soal mau mendengarkan orangtua atau tidak. Membanding-bandingkan orang yang satu dengan yang lain adalah hal yang sangat menyakitkan untuk anak.

4. Gunakan perintah sederhana
Kesalahan utama orangtua saat bicara dengan anaknya adalah memulainya dengan kalimat yang bertele-tele. Ketika meminta mereka mendengarkan ucapan kita, pastikan untuk memakai kalimat yang sederhana sehingga mereka mengerti inti dari ucapan kita.

5. Bersikaplah seperti teman seusianya
Jika kita ingin si kecil mendengarkan ucapan kita, maka satu-satunya jalan adalah mengerti jalan pikiran mereka. Ingat bahwa anak-anak sangat mudah terpengaruh oleh teman-teman sebayanya. Oleh karenanya, menjadi "teman sebayanya" dan berpikir dengan logika anak adalah cara yang paling baik untuk berkomunikasi.

6. Gantilah kata-kata "tidak" dan "jangan" dengan kata-kata lain yang lebih halus
Misalnya, saat si kecil merengek minta mainan, kita bisa menolaknya dengan cara yang lebih halus. "Kemarin kakak baru dibelikan mobil-mobilan, jadi kita tunda membeli yang baru ya."

7. Berikan fakta
Jangan pernah melarang anak tanpa alasan yang tepat. Sekalipun masih kecil, mereka tetap bisa berpikir dan tak suka dilarang tanpa alasan jelas. Berikan mereka fakta-fakta mengapa kita melarang mereka.

8. Puji mereka
Tak selamanya anak selalu melakukan hal-hal yang salah. Mereka juga pasti sering melakukan hal yang baik. Ketika mereka melakukan hal-hal yang baik, jangan ragu untuk memuji mereka. Ini juga akan memudahkan jalinan komunikasi di antara kita dan anak.

9. Dengarkan mereka.
Hubungan timbal balik. Jangan hanya minta didengarkan, sebaliknya dengarkan keinginan mereka juga.

Penulis : Christina Andhika Setyanti
Sumber : Grup WA Parenting Islami

0 comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.