Monday, January 14, 2019

Berbicaralah Sebagai Sesama Lelaki


Oleh: Mohammad Fauzil Adhim

Sesekali, ajaklah anak pergi. Berdua saja. Pergi sebagai sesama laki-laki dewasa; yang satu telah memikul tanggung-jawab sebagai seorang suami, ayah dan kepala keluarga, sementara yang satu adalah sosok pemuda. Ia harus mempersiapkan diri untuk mengemban tiga amanah tersebut dan pintu awalnya adalah kesiapan orientasi, selain tentu saja ilmu.
.
Ini bukan tentang jalan-jalan menikmati keindahan. Juga bukan tentang bersenang-senang. Apalagi hanya untuk urusan selfie di tepi pantai. Ini adalah tentang mengambil kesempatan untuk berbincang sejenak menata pikiran dan mengarahkan orientasi hidup, termasuk orientasi berkeluarga. Tetapi bukan berarti perjalanan menjadi garing, kaku karena sepanjang jalan hanya berisi nasehat.
.
Bukan. Bukan itu.
.
Kaidah dasar nasehat justru qalla wa dalla. Ringkas, padat, mudah dimengerti. Nasehat terbaik juga perlu disampaikan penuh kesabaran dan kasih-sayang. Maka ngobrol dan bincang akrab, membangun suasana menyenangkan, justru lebih penting. Di sela-sela itu, kita dapat mengambil waktu singkat untuk memberi nasehat sehingga lebih melekat dalam dirinya. Bukan sekedar berkelebat. In sya Allah.
.
Sebagian orangtua mengajak anak bepergian untuk menasehati dan mengoreksi kesalahan. Tetapi nasehat diberikan semenjak melangkah keluar rumah hingga tiba kembali. Judulnya jalan-jalan, tetapi isinya penjejalan. Maka anak pun merasakan kebosanan tiada tara sehingga lain waktu enggan diajak bepergian, bahkan meskipun ke tempat yang paling menyenangkan. Mereka tak tahan duduk berdekatan dengan emak atau bapaknya, meski sambil makan coklat. Sementara dengan temannya, mereka betah berlama-lama. Ini bukan karena mereka remaja, tetapi karena mereka telah merasakan pahitnya perjalanan dan komunikasi dengan orangtua.
.
Jadi, kapan jalan-jalan akrab dengan anak? Berdua saja. Ya, berdua saja.

0 comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.