Wednesday, September 19, 2018

Anak-Anak Belum Tahu Kawan


oleh Okina Fitriani - Psikolog

Orang dewasa tahu, bahwa jika ada orang yang hafalannya banyak tetapi mulutnya mengomel,
mengumpat anak atau penuh ungkapan amarah, yang salah bukan kitab dan hafalannya, yang salah
jelas orangnya. Tapi anak-anak belum tahu kawan. Dia hanya sanggup berkata dalam hati, untuk
apa kalian perintahkan aku melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan oleh kalian yang
sikapnya begini padaku.

Orang dewasa tahu, bahwa jika orang yang rajin ibadah ritualnya tapi tangannya mudah melayang ke
tubuh kecil itu, bukan salah agamanya tapi orangnya, ya orang dewasa tahu itu. Tapi anak-anak tidak
tahu kawan. Yang ada dalam pikirannya, kalian bilang, jika aku rajin melakukan ibadah itu, akan
mencegah dari perilaku buruk. Tapi lihatlah perilaku kalian padaku.

Anak-anak tidak tahu kawan..
Anak-anak tidak tahu jika ada trauma di masa lalu kalian yang belum selesai, menyebabkan emosimu
tak terkendali, anak-anak tidak tahu bahwa ada nafsu dalam dada kalian untuk menjadikan mereka
sarana mewujudkan agenda pribadi dan trophy-trophy yang digincui dengan alasan demi masa
depan mereka.

Masa depan yang mana? Yang bisa dipertontonkan atau yang abadi?
Bukankah manusia akan dicela saat menyuruh tetapi tidak melakukan
Bukankah kelak yang akan dipersilahkan masuk dalam taman keabadian yang indah adalah jiwa-jiwa
yang tenang?

Anak-anak tidak tahu kawan..
Maka selesaikanlah, sembuhkanlah dirimu, berubahlah, carilah pertolongan sebagai
tanggungjawabmu atas rizki akal dan pikiran yang diberikan Tuhan kepadamu
Karena
Anak-anak tidak tahu kawan..
Mereka mungkin akan menjadi bagian dari rantai kesalahan ke generasi selanjutnya..
*renungan atas berbagai laporan dan kasus.. .

0 comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.