Friday, December 7, 2018

Mempersiapkan Generasi Aqil Baligh (Bagian 1)


Berikut adalah prinsip dan asumsi asumsi untuk mendidik generasi Aqil Baligh yang menjadi landasan penyusunan Kurikulum Pendidikan generasi Aqil Baligh, menurut ustadz Adriano Rusfi:
Pendidikan Aqil Baligh ini mulai intensif ketika anak berusia 10-12 tahun sampai usia 15-19 tahun, namun perlahan merawat fitrah ketika usia dini. Umumnya kita menggegas ketika usia dini sehingga banyak fitrah yang rusak, lalu sibuk memperbaikinya ketika menjelang AqilBaligh.
Prinsip Pendidikan Generasi AqilBaligh:
1. Anak adalah manusia aqil-baligh dan mukallaf
  • Anak berhak mengambil keputusan sendiri atas dirinya
  • Anak bertanggung jawab atas perilaku sadar dan bebasnya
  • Anak berhak memiliki ruang pribadi (privacy)
  • Anak telah terkena hukum-hukum sosial dan syariah
2.Allah telah menciptakan manusia sebagai makhluk yang sempurna, mulia, dan berdaya
  • Anak harus diberikan kepercayaan untuk mengatasi masalahnya sendiri
  • Anak harus dipercaya sebagai makhluk yang bermoral dan mencintai kebenaran
  • Anak harus dipercaya sebagai makhluk yang memiliki kelengkapan dasar yang memadai dalam menjalani kehidupan
3.Allah telah menjadikan kehidupan ini sempurna dan mudah, dan tak akan membebani hambaNya kecuali sesuai dengan kadar kesanggupannya
  • Harus diyakini bahwa tak ada aspek kehidupan yang terlampau sulit untuk dijalani oleh Anak
  • Harus diyakini bahwa tak ada tantangan, tekanan, dan cobaan hidup yang terlampau berat untuk diatasi Anak.
  • Harus diyakini bahwa kehidupan itu sendiri telah menyediakan fasilitas yang cukup untuk menjalaninya.
4.Kesuksesan di dunia merupakan salah satu indikator kesuksesan di akhirat
  • Anak harus dirangsang untuk membangun ambisi kehidupan yang maksimal dan realistis, di genggaman tangan, bukan di dalam hati
  • Anak harus memiliki perencanaan hidup yang matang sesuai dengan bakat dan kapasitasnya
  • Anak harus memiliki kinerja yang optimal sesuai standard kuantitas, kualitas dan waktu.
5. Allah itu hidup, berdiri, dan mengurusi makhlukNya
  • Harus diyakini bahwa Allah tetap terlibat dalam memberikan pertolongan kepada manusia, khususnya Anak, dalam memikul beban kehidupan.
  • Harus diyakini bahwa Allah telah memberikan bekal khusus kepada hamba-hambaNya dalam menghadapi tantangan-tantangan kehidupan yang khas, sesuai dengan ruang dan waktu yang dihadapi
6.Kehidupan adalah guru yang terbaik
  • Anak harus diberikan kesempatan seluas mungkin untuk menjalani dan belajar dari kehidupan.
  • Anak perlu dilibatkan secara optimal dalam permasalahan-permasalahan kehidupan di lingkungannya.
  • Perlu disediakan sebuah model kehidupan yang realistis sebagai wahana pelatihan dan pembelajaran hidup nyata bagi Anak.
7. Allah telah menjadikan kehidupan ini sebagai ladang, permainan, dan cobaan
  • Anak harus dikembangkan untuk menjadi manusia yang aktif dan produktif
  • Anak harus diberikan kesempatan untuk melakukan aktivitas-aktivitas yang menggembirakan.
  • Anak harus diberikan kesempatan untuk menerima dan menjalani permasalahan dan cobaan hidup secara alami
8. Keterlibatan dalam realita kehidupan di dunia dengan segala konsekwensinya merupakan prasyarat keimanan dan surga
  • Anak harus diberikan kesempatan untuk mengalami dan merasakan hukum-hukum kehidupan secara wajar.
  • Anak harus dihadapkan pada realita kehidupan yang terjadi pada ruang dan waktu kehidupannya.
  • Anak harus diberikan kesempatan untuk menerima ujian-ujian kehidupan, baik material, maupun mental

Bersambung
*) Dirangkum oleh Harry Santoso, dengan beberapa penyesuaian

0 comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.