Sunday, November 11, 2018

Tips Bahagia Ala Aa Gym


Siapa sih yang gak kenal dengan kyai kondang Abdullah Gymnastiar atau yang lebih akrab di sapa dengan Aa’ Gym. Pagi tadi selepas subuh tak sengaja mendengar dan menyimak kajian beliau di salah satu stasiun TV. Menurut beliau, yang namanya bahagia itu tipsnya hanya ada satu, apakah itu??
Bahagia adalah ketika kita bertaqwa dan beriman kepada Sang Pencipta yaitu Allah swt yang Maha segalanya, kurang lebih begitu ungkap beliau saat ditanya oleh salah satu jamaah yang hadir.
Beliau menuturkan, jika kita ingin hidup bahagia maka hal yang harus dilakukan adalah mentaati segala perintah Allah swt. Segala perintah yang ditetapkan oleh Allah swt untuk umat manusia sesungguhnya akan kembali kepada manusia itu sendiri atau semuanya untuk dan demi kebaikan manusia sendiri. Sebab, pada dasarnya Allah tidaklah butuh untuk kita taati, melainkan kitalah yang butuh untuk mentaati perintah Allah. Jika kita renungkan, semua apa-apa yang Allah perintahkan untuk kita adalah untuk kebaikan kita. Kita sajalah yang terkadang masih merasa angkuh untuk tidak mau mengakuinya atau hati ini telah tertutup.

Kunci bahagia yang lain ialah selalu bersyukur dan pasrah kepada-Nya.
Bersyukur dengan apa apa yang telah ditetapkan-Nya untuk kita. Dengan selalu bersyukur, maka hati ini akan tenang dan tidak mudah gelisah. Syukur atas ketentuannya juga akan membuat hati kita selalu terbuka akan adanya hikmah dibalik setiap peristiwa yang terjadi sehingga pikiran kita akan selalu mengarah ke hal postif alias positive thinking. Berfikiran selalu positif pun akan membuat aura diri menjadi cerah dan menyejukkan jika dipandang orang sehingga akan menebarkan kebahagiaan bagi diri sendiri maupun orang lain yang melihat.

Selanjutnya adalah pasrah. Pasrah berarti menyerahkan segala sesuatu yang terjadi pada kita hanya kepada Allah semata. Allah telah memberikan ketetapan-Nya kepada setiap makhluk ciptaan-Nya dengan seksama dan pastilah tiada yang meleset. Pasrah disini maksudnya bukan berarti kita berdiam diri dengan keadaan yang telah terjadi tanpa melakukan apapun, melainkan tetap ada tindakan atau reaksi terhadap suatu peristiwa yang terjadi namun tetap berfikir positif sehingga hati pun tetap terjaga dari keburukan.

Selain itu, Aa’ juga memberikan Rumus Bahagia yaitu “me-“ dan “di-“. Maksudnya, ketika kita berinteraksi dengan orang lain maka rumus yang kita pakai adalah “me-“ bukan “di-“ seperti misal lebih sering memberi bukan diberi, lebih suka memuji bukan dipuji, mengasihi bukan dikasihi, dan lain sebagainya. Jika hal ini kita lakukan, insyaAllah kebahagiaan akan kita rasakan dan kita dapatkan setiap saat. Namun, jika kita berinteraksi kepada Allah maka yang harus dilakukan adalah kebalikannya yaitu kita menggunakan rumus “di-“ yaitu mengharap pertolongan Allah dan mengharap balasan hanya dari Allah, misal memohon untuk di-kasihi, mengharap diberi rahmat, diberi karunia, ditolong Allah dalam segala keaadaan, dan lain sebaginya.

Tips selanjutnya ialah jangan memberikan kebahagiaan kepada orang dengan cara yang tidak diridhoi oleh Allah, misal ingin memberikan kebahagiaan kepada keluarga dari uang hasil curian atau yang lain, membuat bahagia saudara dengan membuat orang lain menderita. Hal ini sangat tidak dianjurkan karena kebahagiaan yang didapat tidaklah nyata melainkan hanya semu. Misal saja, kita memberikan hadiah kepada seseorang dari hasil mencuri, maka ketika nanti ketahuan maka seorang yang kita beri hadiah akan dikira penadah atau yang tadinya merasa bahagia akan menjadi membenci kita. Atau jika kita bermaksud membahagiakan seseorang dengan membuat sengsara orang lain maka hal ini dapat dikatakan sebagai mendzolimi orang. Padahal mendzolimi sesama merupakan perbuatan yang tidak disukai oleh Allah, sehingga yang terjadi adalah kita akan dihukum oleh Allah baik secara langsung maupun tidak langsung. Minimal pelakunya tidak akan merasa tentram hidupnya yang berarti kebahagiaan itu sirna seketika.

So, sesungguhnya bahagia itu mudah dan murah asalkan kita selalu beriman dan bertaqwa kepada Allah sehingga syukur dan pasrah pun mudah dilakukan. Maka marilah mulai saat ini kita belajar untuk bahagia. Tips terakhir dari Aa’ untuk berbuat kebaikan ialah 3M (mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, mulai saat ini).

Demikian tips bahagia yang dapat mimin bagi. Wallahua’lam bishawab.
Kebenaran hanya datang dari Allah, kesalahan datangnya dari diri saya yang masih belajar ini.

0 comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.